Tuesday, September 24, 2013

Langkah Praktis Mengatasi Kekhawatiran

Diringkas oleh: Sri Setyawati
Biasanya, kekhawatiran kita tidak berkembang sampai pada taraf fobia. Pada waktu harus berbicara di depan umum, mungkin Saudara merasa tegang dan khawatir. Mungkin Saudara cemas menghadapi situasi baru. Lutut Saudara bisa saja gemetar dan lemas, dan perut Saudara terasa sakit karena takut, tetapi pada akhirnya Saudara dapat mengatasi keadaan Saudara.
Berikut ini empat faktor yang sering menjadi penyebab kekhawatiran.
  1. Khawatir membuat kesalahan di depan umum.
  2. Khawatir membuat orang marah.
  3. Khawatir kehilangan kasih.
  4. Khawatir karena merasakan sakit secara fisik dan kematian.
Kekhawatiran sebenarnya diciptakan oleh diri kita sendiri. Oleh karena itu, jangan membesar-besarkan hal kecil yang kita hadapi. Tuhan Yesus mengatakan dengan jelas bahwa hal-hal negatif dalam dunia ini, harus kita hadapi dan bahwa problema-problema, pencobaan-pencobaan, dan godaan-godaan selalu ada. Tuhan berkata, "Dalam dunia kamu menderita penganiayaan" (Yohanes 16:33). Tuhan Yesus juga sudah memperingatkan kita bahwa si iblis, musuh Tuhan itu, selalu berusaha menghancurkan manusia. Selanjutnya, dengan penuh kemenangan Yesus berkata, "Tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." Kita dapat bebas dari kekhawatiran yang melumpuhkan kalau kita bersedia dihiburkan oleh fakta ini: dalam Kristus, kita aman, dikasihi, dilindungi, dijaga, dan pada suatu hari kelak, kita akan tiba di tempat yang mulia untuk selama-lamanya.
Apabila Saudara merasa khawatir, cobalah lakukan tindakan seperti ini.
  1. Kecilkan bayangan Saudara tentang bahaya yang akan menimpa Saudara (ingatlah, bahayanya selalu dibesar-besarkan dalam bayangan kita).
  2. Sadarilah bahwa Saudara sendirilah yang menciptakan kekhawatiran itu dengan anggapan yang salah.
  3. Sanggahlah anggapan-anggapan salah itu dengan berkata: "Itu tidak akan berakibat buruk, hanya tidak akan menyenangkan." Atau "Meskipun apa yang kutakuti itu akan terjadi, akibatnya tidak akan berakibat fatal bagiku."
  4. Mengganti anggapan yang salah dengan pendapat yang benar, yang sesuai dengan kenyataan. Jangan khawatir bahwa Saudara lemah. Tuhan Yesus berkata, "Justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Ucapkanlah ayat-ayat di 2 Korintus 4:17, Lukas 10:19, Lukas 11:9, Yakobus 4:7, 1 Yohanes 4:4, Yesaya 40:31, dan Mazmur 51:12.
Tetaplah berdoa dan nantikanlah hal-hal besar sebagai jawaban doa Saudara. Di dalam dan bersama Kristus, kekhawatiran tidak akan lagi dapat menguasai Saudara!
Diringkas dari:
Judul asli buku:Telling Yourself The Truth
Judul buku:Mengapa Aku Merasa Begini?
Judul bab:Anggapan-Anggapan Salah Tentang Rasa Takut dan Cemas
Penulis:William Backus, M. Th., Ph. D. dan Marie Chapian
Penerjemah:Yayasan Persekutuan Betania
Penerbit:Yayasan Persekutuan Betania, Semarang 1999
Halaman:74 -- 79

Tuesday, May 14, 2013

Ketika Berdoa Mujizat Terjadi


Kisah Para Rasul 12;
12:1. Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.
12:2 Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.
12:3 Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.
12:4 Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.

12:5. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.
12:6 Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.
12:7 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.
12:8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"
12:9 Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.
12:10 Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.
12:11 Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."
12:12 Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa.
12:13 Dan ketika ia mengetuk pintu gerbang, datanglah seorang hamba perempuan bernama Rode untuk mengetahui siapa yang mengetuk itu.
12:14 Ia terus mengenal suara Petrus, tetapi karena girangnya ia tidak membuka pintu gerbang itu dan segera masuk ke dalam untuk memberitahukan, bahwa Petrus ada di depan pintu gerbang.
12:15 Kata mereka kepada perempuan itu: "Engkau mengigau." Akan tetapi ia tetap mengatakan, bahwa benar-benar demikian. Kata mereka: "Itu malaikatnya."
12:16 Tetapi Petrus terus-menerus mengetuk dan ketika mereka membuka pintu dan melihat dia, mereka tercengang-cengang.
12:17 Tetapi Petrus memberi isyarat dengan tangannya, supaya mereka diam, lalu ia menceriterakan bagaimana Tuhan menuntunnya ke luar dari penjara. Katanya: "Beritahukanlah hal ini kepada Yakobus dan saudara-saudara kita." Lalu ia keluar dan pergi ke tempat lain.
12:18 Pada keesokan harinya gemparlah prajurit-prajurit itu. Mereka bertanya-tanya apakah yang telah terjadi dengan Petrus.
12:19 Herodes menyuruh mencari Petrus, tetapi ia tidak ditemukan. Lalu Herodes menyuruh memeriksa pengawal-pengawal itu dan membunuh mereka. Kemudian ia berangkat dari Yudea ke Kaisarea dan tinggal di situ.

12:20. Herodes sangat marah terhadap orang Tirus dan Sidon. Atas persetujuan bersama mereka pergi menghadap dia. Mereka berhasil membujuk Blastus, pegawai istana raja, ke pihak mereka, lalu mereka memohonkan perdamaian, karena negeri mereka beroleh bahan makanan dari wilayah raja.
12:21 Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka.
12:22 Dan rakyatnya bersorak membalasnya: "Ini suara allah dan bukan suara manusia!"
12:23 Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing.
12:24 Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang.
12:25 Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus.

Salah satu musuh yang paling besar dari kekristenan, adalah orang Yahudi. Orang Yahudi itu benci sekali kepada orang Kristen. Nah, ketika Herodes tahu, ia mulai bertindak keras ayat 1, terhadap beberapa orang dari jemaat, ia menyuruh membunuh Yakobus saudara Yohanes. Sebab di dalam ayatnya yang ke 17, ada juga Yakobus, tapi Yakobus yang lain. Ia membunuh Yakobus dengan pedang. Ketika ia melihat bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, dia lihat ini orang Yahudi itu senang, ketika orang Kristen dibunuh, hamba Tuhan dipancung kepalanya, ia mulai menangkap Petrus. Petrus ketua dari Rasul ditangkap. Justru ditangkap pada waktu hari raya Roti Tidak Beragi, salah satu bagian dari Paskah. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Berarti enam belas orang. Maksudnya, setelah Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun, katakan dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

Saudara, setelah jemaat berdoa, bayangkan Petrus tidur didampingi dua tentara. Jadi Petrus tidur, dua tentara tidur di kiri kanannya. Petrus tangan dan kakinya di rantai, enam belas tentara, dia ditaroh di tempat tahanan paling bawah. Ini Petrus, mestinya orang penting. Karena dia tidur saja di temani oleh dua orang tentara.

Ada satu pendeta yang bekerja di Kalimantan. Ketika dia masuk ke daerah orang Dayak, orang Dayak sangat menghormati pendeta ini. Dan dia di terima oleh suku Dayak, dan dia diharuskan tidur, di kiri kanannya ditemani oleh dua wanita muda. Pada waktu pendeta itu bersaksi kepada saya, semalam-malaman dia tidak bisa tidur. Takut kalau dia balik ke sana kena yang ini, takut kalau balik ke sini dia kena yang ini. Dia tidak bisa tidur, jadi dia melotot saja ke atas.

Tetapi saudaraku, yang heran, Petrus ini, dijaga dua tentara, dia tidur lelap, tidur nyenyak. Orang yang hidup di dalam kemenangan, ketika besok mau di hukum mati, dia bisa tidur. Ada haleluyah saudara? Ada penyelundup-penyelundup narkoba yang ditangkap di Singapura, besoknya jam lima harus digantung, malam ini dia marah-marah, dia berteriak-teriak, dia stress! Dia tidak bisa tidur. Tetapi orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, akan memiliki ketenangan di dalam hidupnya. Dia bisa tidur. Tentara mungkin tidak boleh tidur, karena harus menjaga Petrus. Tetapi akhirnya tertidur juga.

Ketika malam, datanglah malaikat dia tepuk pundak Petrus, dan dia bilang bangun, pakai sandalmu, sebab dulu belum ada sepatu, pakai jubahmu, ikuti aku, dan dia (Petrus) mengikuti, ketika keluar dari penjara, pintu terbuka dengan sendirinya. Sekarang saya mau tanya kepada saudara, kalau pintu terbuka dengan sendirinya itu mujizat atau bukan, saudara? Mujizat, jawab jemaat. Bukan! Saudara juga masuk ke hotel masuk ke mana, ada pintu terbuka dengan sendirinya. Itu bukan mujizat. Tetapi, kalau pintunya terkunci, pintu terkunci saudara mau lewat dan pintu terbuka, itu baru mujizat.

Dan ketika sudah sampai di luar, malaikat tinggalkan Petrus, baru Petrus sadar, bahwa tadi itu malaikat yang tolong dia. Kemudian dia berlari, ayatnya yang ke 12, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa. Di dalam ayatnya yang ke 5, tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah. Doa belum selesai, Petrus sudah keluar.
Ketika Petrus mengetuk-ngetuk pintu, pintu tidak segera di buka. Rode berkata, itu Petrus! Tetapi tidak ada yang berani buka, tidak ada yang percaya. Karena sudah yakin, ini harus dihukum mati. Ada yang berkata, itu malaikatnya. Kalau menurut Matius pasal 18, setiap anak kecil ada malaikatnya. Dan kemungkinan orang ini berkata, itu malaikat Petrus, bukan Petrus! Tetapi apa yang terjadi, ketika terus mengetuk pintu, akhirnya dibukakan, inilah Petrus. Selesai ceritanya sampai di sana.

Tetapi, saudaraku mujizat yang barusan kita baca tidak akan terjadi, kalau ayat 5 ini tidak ada. Dan ayat 5 berkata, jemaat dengan tekun mendoakan kepada Allah. Nah, kata tekun dalam bahasa inggris dipakai kata , constant. Constant atau konsisten itu adalah, doa yang terus menerus. Kesalahan banyak orang Kristen di dalam mengiring Yesus, kesalahan banyak orang Kristen di dalam berdoa, mereka tidak konstan! Mereka berdoa seperti capung cebok! Dia berdoa, sebentar saja dia sudah terbang. Dia tidak mengalami satu doa pergumulan. Dia tidak mau berdoa dengan konstan. Mereka berdoa itu, once a while, kalau ada waktu, ketika mau, ketika rasanya enak, aku baru mau berdoa. Ketika begini aku mau berdoa. Nah persoalan ini saudaraku, banyak melanda orang Kristen. Orang Kristen itu nggak kena berkat sedikit saja, doanya sudah kendor. Dia nggak konstan berdoa. Ketika dia mengalami problem, baru dia berdoa. Ketika problem tidak ada, dia tidak berdoa lagi. Tetapi ayat ini berkata, jemaat dengan tekun, dengan konstan, dengan konsisten, mereka berdoa. Tidak akan ada mujizat, sebelum ada sesuatu yang konstan saudara kerjakan, yang konsisten saudara kerjakan, yang terus menerus saudara kerjakan.

Di Cianjur, saudara, dulu kami membaptis orang di sungai. Nama sungai itu namanya Ciraden, 3 km dari Cianjur ke arah Cipanas. Di Ciraden itu saudara, ada sebuah batu. Batu itu halus luar biasa, dan di tengahnya itu agak cekung. Kenapa? Karena ada air yang menetes di atas batu itu. Air itu menetes dan tidak ada seorangpun yang tahu, sudah berapa puluh tahun, air yang menyusup dari pinggir-pinggir tebing, menetes ke batu itu. Sampai batu yang besar dan kasar itu, menjadi cekung hanya oleh tetesan air.

Kalau batu itu saya umpamakan problem saudara yang seperti batu besarnya, dan saudara berkata, mustahil saya bisa mengatasi problem yang besar ini, tetapi dengan tetesan-tetesan doa saudara, dengan saudara berdoa dengan konsisten, berdoa terus-menerus tanpa lelah, terus-menerus, terus-menerus berdoa, batu yang besar itu pun bisa cekung, ada haleluyah? Segala apa pun tidak ada yang mustahil, bagi mereka yang tahu berdoa dengan konstan, yang tahu berdoa dengan konsisten.
Kalau saya tanya saudara suka berdoa? Semua akan menjawab, ya. Tetapi kalau saya tanya, apakah doa saudara konsisten? Apakah saudara tetap berdoa? Apa saudara ke gereja? Saudara akan berkata, ya saya ke gereja. Tetapi apakah saudara ke gereja, konstan, konsisten. Pada waktu senang atau susah, pada waktu kemarau atau hujan, saudara tetap konstan, konsisten, itu lain soal. Dan Alkitab merekam puluhan, bagaimana Tuhan memberikan berkat-Nya bagi orang yang konsisten. Yang pertama kita akan melihat Matius pasal 15 ayat 21. Saya tadi baca juga Herodes marah sama orang Tirus dan Sidon, di sini juga kita akan melihat Tirus dan Sidon di daerah Libanon. Ayat 21;

15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
Reaksi pertama dari Yesus ayat 23;

15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. 
Kata tidak menjawabnya dalam bahasa Yunani, DICUEKIN...Ketika perempuan dari Tirus dan Sidon di daerah Libanon ini datang kepada Yesus dan berkata; Tuhan, anak Daud, kasihani anak saya, dia kerasukan setan, dia sangat menderita. Wanita ini datang bukan untuk dirinya, dia datang untuk anaknya. Siapa saudara yang punya anak, punya keluarga yang belum terima Tuhan, yang belum terima keselamatan, saudara juga patut berdoa dengan konsisten. Tuhan tolong anak saya, Tuhan tolong isteri saya, Tuhan tolong suami saya. Kerasukan setan dan dia sangat menderita. Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Tadi kita nyanyi, siapa yang datang kepada Yesus, tak dikecewakan. 
Tetapi kalau kita baca ayat ini, Yesus sepertinya mengecewakan. Dia tidak menjawab. Karena Yesus tidak menjawab, murid-murid-Nya lebih galak! Murid-murid-Nya datang, dan meminta kepada-Nya, "Suruhlah dia pergi, dia mengikuti kita dengan berteriak-teriak!" Saudara, saya yakin, perempuan ini dengar apa yang dikatakan oleh murid-murid Yesus. "Yesus, ini perempuan suruh pergi! Usir saja dia. Dia teriak-teriak mengikuti kita!" 
Apa yang mau saya ingin katakan kepada saudara? Kadang-kadang, murid Yesus jadi polisi sorga. Kita seringkali menghakimi orang, kita jadi polisi sorga. Kita nggak pernah diangkat jadi polisi, tapi kita jadi polisi sorga. "Ini perempuan ini, sudah orang kafir, bukan orang Yahudi, dia teriak-teriak, suruh dia pergi!" Itu, wanita dengar dong? 
Kalau kita jaman sekarang digituin sama satu pendeta, saudara ngomongnya pasti begini, "Memangnya pendeta cuma dia?" Betul apa betul? Pasti dia ngomong, "Memangnya gereja cuma itu? Di Jakarta tuh, ribuan pendeta. Gua ditolak begini! Memangnya cuma Yesus, gua diusir! Nggak dibukain pintu, gua tertolak!" Wanita ini tidak! Dia konsisten. 
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
Yesus tidak seperti murid-Nya. Sekarang , Dia baru bicara, wanita, Aku diutus hanya untuk domba yang hilang dari Israel. Nah, orang Israel ini sampai sekarang masih terhilang, menolak Yesus. Mereka tidak percaya Yesus, sampai sekarang. Orang Yahudi itu. Di sini dikatakan oleh Yesus, Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang, dari umat Israel. Bukan satu yang hilang, domba-domba, banyak yang hilang. Jadi maaf saja, Aku tidak bisa melayani engkau, gitu kira-kira. Itu kan bahasa siucai, udah ditolak! tetapi perempuan itu berkata,
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
Apa reaksi perempuan itu saudara? Dia mendekat dan menyembah! Hanya orang yang dekat Tuhan, dapat menyembah Dia. Orang yang jauh dari Tuhan, mana bisa dia nyembah! Orang yang selingkuh, bagaimana mungkin dia bisa menyembah Tuhan! Orang yang tidak jujur sama isteri, tidak jujur sama suami, yang tidak jujur sama pegawai, tidak jujur sama dirinya sendiri, bagaimana dia bisa menyembah Tuhan? Apanya yang mau disembah? Tuhan yang kita sembah sangat suci, sangat kudus! tapi perempuan ini dia mendekat. Tambah ditolak tambah mendekat. KONSISTEN!!! Terus konstan! Ditolak, dia maju terus. Dia cuma punya tiga perkataan, Tuhan tolonglah aku! Tetapi Yesus menjawab, aduh...belum pernah saya dengar Yesus sekasar ini dalam bicara, ya...
15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Aduh...anak kecil juga ngerti! Yesus ngomong, tidak patut Aku mengambil roti, firman Allah, Aku adalah Firman Hidup, Yesus sendiri, tidak patut Aku mengambil roti  yang harusnya diberikan kepada anak, itu di kasih kepada anjing! Matius 7 ayat 6, jangan kamu memberikan hal-hal yang mulia kepada anjing atau babi. Anjing dan babi adalah binatang yang haram pada jaman Yesus, yang menggambarkan orang kafir. Jadi Dia tahu perempuan ini kafir, Dia pakai bahasa Seloka. Tidak patut roti untuk anak di kasih kepada anjing. Kan nggak baik dong? Ini roti untuk anak, masa di kasih kepada anjing?
Tetapi perempuan ini tidak mundur. Perempuan ini bilang begini,
 15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
Benar Tuhan, dia nggak salahkan kata-kata  Yesus! Benar Tuhan, seolah-olah dia ngomong begini. "Betul Tuhan saya anjing. Benar Tuhan saya anjing, saya orang kafir, saya dianggap anjing. Memang saya tidak boleh makan roti dari anak. Memang. Tapi kan anjing suka ada di bawah meja? Itu roti kan suka jatuh?. Remehnya kan anjing makan?"
Saudara, luluhlah hatinya Yesus. Dan Ia bilang begini; 
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Apa yang terjadi, kalau malam hari ini ada Yesus di tengah kita dan berkata: "Besar imanmu. Jadilah kepadamu seperti apa yang kaukehendaki." Wah...kalau saudara dapat omongan begitu, ada yang minta mobil, ada yang minta rumah, ada yang minta pesawat terbang, ada yang minta bisa nyedot lumpur Lapindo, supaya bisa jadi juruselamat, ada yang minta ini ada yang minta itu, wah macam-macam! Tetapi lihat saudaraku, firman ini diberikan kepada orang yang konsisten. Firman ini diberikan kepada orang yang terus menerus maju, terus menerus datang. Peribahasa rohani bilang begini; ketika kita merasa ditolak, tertolak, tidak bisa maju lagi. Justru pada saat itulah kita harus maju. 
Saya selalu teringat cerita Napoleon Boneparte. Dia terkurung oleh tentara Inggris di Waterloo. Dan dia mulai memimpin tentaranya, menerobos blokade dari tentara Inggris, gagal hari pertama. Banyak tentara Perancis mati. Hari kedua, diterobos lagi di tempat yang sama, gagal lagi. Banyak tentara mati. Dia kembali mundur, dan bersembunyi di satu gua. Menurut sejarah, Napoleon mau bunuh diri, karena dia tidak mau takluk kepada Inggris. Jadi dia mau bunuh diri.
Ketika pagi-pagi tentaranya masih lelah tertidur, matahari masuk menyinari dia punya gua, dia lihat saudara, ada laba-laba turun. Laba-laba turun...dia goyang-goyang badannya, dia goyang-goyang badannya, dia lempar badannya, mau mencapai batu seberang. Tidak sampai! Hancur benangnya. Naik lagi ke atas. Turun lagi dengan benang yang lain. Diperhatikan sama Napoleon. Dia goyang-goyang badannya, dia goyang-goyang badannya, dia lempar lagi badannya ke batu itu. Tidak sampai lagi. Naik lagi ke atas, turun ...Napoleon lihat lagi. Diayunkan badannya ke batu itu ketiga kalinya, dan berhasil! Dan dari sana dia mulai membuat sarang laba-laba. 
Langsung Napoleon bangkit dan dia bilang sama tentaranya; kita berangkat, kita terobos lagi di tempat yang sama.Tentara Inggris tidak pernah menyangka, Napoleon akan menyerang ketiga kali di tempat yang sama. Sudah dua kali gagal, pasti dia serang di tempat yang lain. Jadi penjagaan di tempat lain. Napoleon menyerang lagi yang ketiga kalinya di tempat yang sama, dan dia berhasil. Konsisten. Konstan!
Kita tidak boleh ngiri sama Tiger Wood, dia Juara Dunia. Bola seperti ada matanya. Karena satu hari katanya, dia latihan dia pukul bola seribu bola. Kita aja latihan pukul tiga puluh bola, sudah nggak kuat, bayarnya. kalau dia, dia pukul seribu bola setiap hari, bola baru lagi. Dari kecil dia berlatih. Konsisten, konsisten, konsisten.
Ada satu ayat dalam firman Allah berkata begini, dengan satu usaha yang tidak tahu lelah, sampailah orang kepada perkara-perkara yang besar. Saudaraku, harus kita konsisten, jangan  mundur, terus menerus maju, terus menerus jangan berhenti, terus terus...konsisten.
Contoh kedua, kitab Rut pasalnya yang ke 2 ayat ke 2;
2:2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."
2:3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

2:4. Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: "TUHAN kiranya menyertai kamu." Jawab mereka kepadanya: "TUHAN kiranya memberkati tuan!"

2:5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"
Saya berhenti di situ. Dalam bahasa Indonesia dipakai kata, darimana perempuan ini. Dalam bahasa Inggris di pakai kata, whose young woman is this? Milik siapakah perempuan ini?
2:6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
2:7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti." 

Kata lah itu sebetulnya tidak ada. Begitu ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."  Ada haleluyah saudara? Ada haleluyah?
Contohnya perempuan, saudara. Yang pertama perempuan Kanaan, yang kedua Rut, orang Moab, semuanya orang kafir. Tuhan mau mengajar umat-Nya orang Israel ini, dari orang kafir. Diajar, bagaimana orang yang dianggap kafir itu justru konsisten. Dia bekerja dari pagi sampai sore seketikapun dia tidak berhenti. Dia terus memungut jelai, memungut jelai, memungut gandum, memungut jelai, terus memungut. Dari usaha yang tidak tahu lelah inilah, dalam Rut pasal 4, ia menjadi isteri dari Boas.
Bayangkan Rut itu seorang janda! Apa kurang di Betlehem gadis cantik, yang bisa nempel sama Boas, orang kaya? Tetapi Boas tidak tertarik dengan gadis-gadis, dia tertarik dengan Rut ini, karena konsistennya. Konsisten dalam hal apa? Kita mau mendengar kesaksian Boas. Boas ngomong apa saudara-saudara ya? Ayatnya yang ke 11;
2:11 Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
Ini cerita di dalam Rut pasal 1 ayatnya yang ke 16;
1:16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
1:17 di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!" 

Ini menantu kepada mertua. Hanya maut yang memisahkan aku dari engkau. Biasanya suami dengan isteri. Suami dengan isteri tidak boleh diceraikan manusia. Apa yang dijodohkan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia. Apapun yang terjadi kata Rut, ini menantu kepada mertua, Allahmu menjadi Allahku, bangsamu menjadi bangsaku, di mana engkau mati di sana aku mati, di mana engkau bermalam di sanapun aku akan bermalam. Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, jika aku tidak setia mengiring engkau. Konsisten!
Berita konsisten ini, sampai ke telinga Boas. Sampai Boas berkata, telah disampaikan kepadaku...Boas, di dalam ilmu Tipologi, adalah gambaran Tuhan Yesus Kristus. Boas dari Betlehem, Yesus lahir di Betlehem. Rut, menurut ilmu Tipologi adalah gambaran jemaat, gereja, saudara dan saya, yang asalnya orang kafir. Yang di sebut kafir itu, yang non Yahudi. Pokoknya yang bukan Yahudi itu kafir. Dan kitalah orang-orang kafir. 
Tetapi seolah-olah saudaraku, Rut ini masuk ke dalam keluarga dari Elimelekh, dan dia ikut kepada Naomi, dan Naomi dalam ilmu Tipologi adalah Roh Kudus yang mengajak gereja keluar dari Moab datang kepada Betlehem Romah Roti, rumah di mana roti firman Allah diberitakan.
Lalu apa yang terjadi? Boas tahu, telah dilaporkan kepadaku, kesetiaanmu kepada mertuamu. Saudara, konsistensi kita itu sampai kepada hati-Nya Tuhan Yesus. Kesetiaan kita, kerajinan kita, konsistensi kita ikut kepada Tuhan, itu sampai ke telinga-Nya Tuhan.
Saya selalu ingat kepada Kisah Para Rasul pasal 10, bagaimana Kornelius didatangi oleh malaikat, dan malaikat itu berkata, doamu dan sedekahmu sudah naik kepada Tuhan, dan Tuhan mengingat-ingat engkau. Karena orang ini konsisten. Setiap hari berdoa. Semua orang takut akan Allah, padahal dia pengawal tentara Romawi. Tetapi dia konsisten iring kepada Tuhan.
Seorang putera raja India. India adalah negara berpenduduk paling besar kedua di dunia. Delapan ratus juta penduduk India. Kalau saudara mau tahu India, saudara buka kitab Ester, disitu saudara lihat, ada satu raja namanya Ahasyweros, dia memerintah dari India sampai Ethiopia. Jadi India itu negara cukup tua dan besar.
 Ada satu putera raja di sana yang beragama Hindu, pendek cerita dia terima Yesus. Ketika dia terima Yesus, ayahnya berkata, bunuh dia! Tidak boleh dari agama kita bisa masuk Kristen. Bunuh dia! Jadi dia di kejar. Tapi dia lari terus, dia terus menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Dialah yang menciptakan lagu, MENGIKUT YESUS KEPUTUSANKU. Itu ada delapan sembilan bab lagunya. Salah satunya, SALIB DI DEPAN DUNIA DI BELAKANG.SALIB DI DEPAN DUNIA DI BELAKANG.SALIB DI DEPAN DUNIA DI BELAKANG KU TAK INGKAR KU TAK INGKAR. KU MAU SETIA WALAUPUN SUSAH. KU MAU SUSAH WALAUPUN SUSAH...Dia harus mati! Di vonis mati oleh ayahnya sendiri. Tapi dia tidak mau ingkar. Ini yang saya katakan, konsisten. Setia sampai kepada akhir.
Dalam Matius pasalnya yang ke 24 ayatnya yang ke 12 dan 13;
24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
24:13 Tetapi orang yang bertahan yang setia yang konsisten sampai pada kesudahannya akan diselamatkan. Itu salinan yang benar selamat. 

Saudara, sorga hanya di sediakan bagi mereka yang setia sampai kepada akhir. Saudara mau setia sampai kepada akhir? Saudara berdoa, belum dijawab, datang terus kepada Tuhan, belum dijawab datang terus, minta kepada Tuhan, belum dijawab datang terus, ditolak, oh datang terus, mendengar cacian omongan, datang terus kepada Yesus, disindir datang terus kepada Yesus, di olok datang terus kepada Yesus, di dalam rumah tangga ada kekacauan datang kepada terus Yesus. Apapun problem saudara, terus datang kepada Yesus...terusss datang kepada Yesus...terusss datang kepada Yesus...terusss datang kepada Yesus, masa Tuhan Yesus itu buta, Dia tidak melihat kesetiaan saudara? Dia pasti menolong kita, asal kita konsisten! Terusss datang mencari pertolongan kepada Tuhan. Amin saudara?
Di dalam Matius 7 ayatnya yang ke 7 dan 8;
7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 

Salinan yang benar dalam Amplified New Testament dia berbunyi begini, ayat ke 7, mintalah dan teruslah meminta, maka akan diberikan kepadamu. Carilah dan teruslah tetaplah mencari, maka kamu akan mendapat. Ketuklah dan tetaplah atau teruslah mengetuk, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta dan terus meminta, menerima. Dan setiap orang yang mencari dan mencari, mendapat. Dan setiap orang yang mengetuk dan terus mengetuk, baginya pintu dibukakan.
Pintu hanya dibuka bagi mereka yang terus menerus mengetuk. Sama seperti Petrus tadi, mengetuk pintu, orang tidak membuka, itu bukan Petrus, tapi dia terus mengetuk...dan pintu dibukakan. Saudara pun demikian. Apa kasus saudara, apa persoalan saudara, apa problem saudara, terus datang kepada Tuhan. Minta kepada Tuhan. Pasti Tuhan menolong kepada saudara!
Wahyu pasalnya yang ke 2. Di dalam Wahyu paslanya yang ke 2, kita akan melihat hal yang lain. Wahyu pasalnya yang ke 2 ayatnya yang ke 9;
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. 

Hanya orang yang konsisten, hanya orang yang setia sampai mati. Ada orang yang setia cuma lima tahun, setia kepada Tuhan. Ada yang setia sepuluh tahun, ada yang setia lima belas tahun, ada yang setia dua puluh tahun! Saya kenal beberapa, yang pada tahun delapan puluh dua, waktu saya khotbah di Singapura, di depan seribu utusan dari empat puluh negara Full Gospel Bussiness Fellowship. Ada tokoh-tokoh Full Gospel dari Indonesia, yang begitu berapi-api, sekarang tidak lagi mau berjalan dengan Tuhan. Mundur dari Tuhan. Mudah, setia dua puluh tahun. Tetapi yang Tuhan tuntut, kita setia sampai mati. Kita setia sampai titik darah penghabisan. Kita setia, kita konsisten mengiring kepada Yesus. Itulah yang menjadi jaminan kita akan mendapatkan Kerajaan Sorga.
Ayat yang terakhir, kita buka Ibrani pasalnya yang ke 4, kita membaca ayatnya yang ke 16, ayatnya yang terakhir;
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Saya mau berhenti dulu di sini. Saya mau tanya dulu saudara. Boleh saya kasih satu lagi contoh? Tadi dua wanita. Sekarang ada wanita ketiga. Lukas 18 ayat 1;
18:1. Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.
Bahasa Inggris, dengan tidak kehilangan hati. Saudara tahu, ada orang berlutut berdoa, tapi hatinya tidak di situ. Ini saya pakai istilah, doa liturgi. Bapa kami yang ada di dalam sorga...(tanpa ekspresi) Amin. Hati tidak di situ. Saya ingat mendoakan saudara Lius Pongoh dulu di Rumah Sakit. Bersama Tan Joe Hok dan beberapa pemain, mendoakan Lius Pongoh. Dia lagi tidur. Saya doa pelan-pelan, saya tumpangkan tangan di perutnya, karena racunnya itu di sini. Saya baru ngomong, Tuhan Yesus tolong (setengah berbisik)... dia terbangun, Lius Pongoh terbangun. Dan dia begitu terbangun, Bapa kami di dalam sorga dipermuliakanlah...Padahal doa yang sesungguhnya harus mengusir racun! Tapi semua doanya, dao Bapa kami. Ketemu calon mertua, doa Bapa kami. Kaget sedikit, doa Bapa kami. Itu lose heart. Tidak ada hati di sana. Tuhan Yesus tidak suka dengan doa yang tanpa hati.
Saya kasih ilustrasi. Kalau saudara berkata, haleluyah! Haleluyah! Haleluyah! Seribu kali, nggak ada arti apa-apa, kalau tidak dengan hati. Tetapi kalau dari hati saudara ngomong, haleluyah! Sungguh keluar, saudara bisa meneteskan air mata. Kita gampang sekali ngomong, saya cinta Yesus! Saya cinta Yesus! Bukti nggak ada, bukti nggak ada! Ku mau cinta Yesus selamanya...Yesus di Sorga bilang emm...Ha mau cinta Aku selamanya? Tidak ada hati. Doa saja tidak ada hati! Maka dikatakan di sini, tidak jemu-jemu, dalam bahasa Inggris lose heart. Jangan sampai kita doa itu sudah nggak ada hatinya lagi! Doa cuma dari mulut doang. Kayak Baygon udah nggak ada isinya. Dipencet bunyi masih ada, isi udah nggak ada, psss... Tidak ada sesuatu yang keluar dari hati kita. 
18:2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun.
18:3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
18:4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun,
18:5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku."
18:6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" 

Maaf saudara, iman di sini ada hubungan dengan selalu datang. Ia selalu datang. Selalu datang. Dia selalu datang, dia selalu menyusahkan aku, kata hakim yang jahat. Menyusahkan aku. Bagaimana dengan Tuhan yang berkata, engkau harus berdoa siang dan malam, dengan tidak jemu-jemu, dengan tidak lose heart! Aduh, saudara, mujizat mah, pasti ada, kalau kita berdoa, mujizat datang.
Rasanya saya tidak berlebih-lebihan kalau saya ngomong, saya selalu hidup dalam mujizat Tuhan. Ada satu guru agama Kristen di Bandung. Di sekolah Kristen, ketika dia mengajar, dia tahu ada satu muridnya ini dari Cianjur. Gereja apa kamu? Pantekosta. Oh, Awondatu, pendetanya ? Itu dapat bantuan dari Amerika, tuh Awondatu itu. Dapat bantuan dari Amerika. Kalau nggak ada bantuan dari Amerika, nggak mungkin dia bisa punya Sekolah Alkitab, nggak mungkin dia punya mobil, enggak mungkin, itu pasti bantuan Amerika. Jemaat saya bingung. Sampai nanya kemarin, om di bantu Amerika? Amerika yang mana?
Dialah(menunjuk ke atas) yang membantu saya. Ketika kita berdoa, mujizat pasti terjadi. Ketika kita berdoa, yang salahnya kita pengen mujizat, doanya nggak mau. Nggak bisa jalan! Saudara,bilang, oh nggak bisa, saya pengen mujizat, Tuhan saya pengen mujizat, mujizat dong, mujizat dong. Ayo dong, Engkau dahsyat...dahsyat...dahsyat...dahsyat! Tuhan bilang, doa kamu! Doa konsisten nggak mau? Nggak bisa mujizat datang. Konsisten!
Saya pacaran sama isteri saya tujuh tahun. Papa saya masih hidup, melamar sama emak saya, masih hidup waktu itu, melamar. Dijawab sama mertua saya, "Diterima tidak, ditolak tidak." Hayo! Diterima tidak, ditolak tidak! Maksud saya, maunya saya kan pendek-pendek, tolak tolak dong, saya cari yang lain! (dengan mimik bercanda, jemaat tertawa). Diterima terima dong! Ini nggak, diterima tidak, ditolak tidak! Saya tulis surat sama isteri saya, tujuh surat, nggak di balas! Nanya sama dia tuh! (jemaat tertawa) Waktu surat yang ketujuh, saya ancam, "Kalau surat ini nggak di balas, saya mundur teratur!" Nakut nakutin, padahal saya pengen sama dia...(jemaat kembali tertawa). Dijawabnya cuma beberapa kalimat, "Maaf, saya, Yangyang tidak bisa tulis surat." Aduh, tujuh surat, panjang-panjang pakai angin sorga, segala macam, dijawab, maaf Yangyang tidak bisa...Tapi dengan usaha yang tidak tahu lelah, konsisten, konsisten!
Saudara, kalau kita berdoa, mujizat pasti datang. Bukan dari pendeta, bukan dari organisasi gereja, bukan dari manusia. Bukan! Kalau saudara berdoa, saudara yang untung. Saudara tidak berdoa, saudara yang rugi. Saya tidak ada keperluan. Kalau saya berdoa, saudara tidak berdoa, saya untung saudara tidak untung. Kalau saudara berdoa, saya tidak berdoa, saudara yang untung saya tidak untung. Tapi kalau kita berdoa bersama-sama, kita semua akan diberkati oleh Tuhan. Ketika kita berdoa, mujizat pasti datang.  Mari kita berdiri bersama-sama, siapa yang perlu bantuan doa, dia maju ke depan. [ Oleh: Pdt. J.E. Awondatu ]

Sunday, June 24, 2012

Dunia membenci Yesus dan murid-murid-Nya

Yohanes 15:18-27

Dalam pemahaman penulis, dari sejak dahulu kala sebenarnya para pengikut Allah sudah dibenci oleh dunia. Sepertinya dunia ini memang sudah jatuh ke dalam tangan Roh Jahat sebelum manusia dijadikan. Roh jahat ini memang tidak menyenangi Tuhan Allah yang sudah melemparkan mereka ke bumi (Wahyu 12:7-9). Semua pengikut Tuhan Yesus yang mau melaksanakan ajaran-Nya pasti membuat marah besar kelompok roh jahat ini. Mereka menginginkan semua manusia jatuh ke dalam dosa dan bersekutu dengannya. Sedangkan kedatangan Anak Manusia ingin menyelamatkan semua manusia, dan kembali ke jalan kebenaran yang dberikan Tuhan. Mungkin pertentangan ini tidak pernah akan ada habisnya, selama Iblis masih diperbolehkan berkarya.

Bersyukurlah mereka yang tidak tahu bahwa telah berbuat dosa! Mungkin masih banyak orang di pedalaman yang belum pernah tersentuh oleh ajaran Tuhan Yesus. Dari sejak lahir sampai mati, sama sekali tidak mengenal ajaran agama. Jangan-jangan kelompok ini tidak pernah berhubungan dengan orang luar. Mereka hidup dengan cara mereka sendiri, yang jangan-jangan malah mempercayai bahwa Sang Pencipta itu ada. Jangan-jangan mereka melakukan suatu ritual yang mungkin menjadi adat kebiasaan untuk memuliakan Sang Pencipta. Jangan-jangan mereka malah bisa bersatu dengan alam yang telah diberikan Allah, memeliharanya dan menikmati hidup dengan kesederhanan mereka.

Selanjutnya mungkin kita mengenal bahwa para rasul inilah para saksi Kristus, yang sebagian memberikan kesaksiannya melalui tulisan-tulisan yang kita kenal dalam Kitab Perjanjian Baru. Secara berantai, siapapun yang mengikuti ajaran Tuhan Yesus mau tidak mau harus siap menjadi saksi kabar sukacita ini. Roh Kudus yang diberikan kepada kita tidak akan pernah tinggal diam, namun akan selalu mengingatkan, membantu dan menyertai kita.

Menjadi saksi kabar sukacita, kabar keselamatan, tidaklah harus yang hebat-hebat dan menggegerkan. Setiap pengikut Kristus harusnya bisa membawa kabar keselamatan sesuai kemampuan masing-masing. Menjadi contoh atau panutan dalam kebenaran di tengah-tengah masyarakat saja, berarti sudah ikut berpartisipasi. Apakah berbuat baik dan benar pasti disukai orang lain? Dalam kenyatannya belum tentu juga. Ada saja orang yang sirik, cemburu, tidak suka bahkan tetap membenci karena menjadi pengikut Kristus. Kelompok ini bisa membenci tanpa alasan yang jelas. Yang tercetus mungkin kalimat “pokoknya tidak suka saja, titik.” Paling-paling kita berpegang pada ungkapan “biarlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.” Atau yang lebih halus dan dalam, adalah mendoakan mereka agar disentuh Roh Kudus. Apakah Roh Kudus akan berkarya melalui kita atau dengan cara lainnya lagi, kita serahkan saja kepada-Nya. Ya Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang telah mereka lakukan.

Friday, June 22, 2012

Benda Mati Yang Sombong

Sepanjang sejarah, Tuhan memakai manusia sebagai alat untuk menggenapi rencana-Nya. Tuhan dapat memakai siapa pun, baik orang yang percaya maupun orang yang tidak percaya. Raja Asyur contohnya. Ia “dipakai” Tuhan untuk mendidik umat Israel. Sang penguasa ini tengah ada di puncak kejayaannya, meraih kemenangan demi kemenangan, termasuk merebut Israel Utara dan mengangkut segenap penduduknya sebagai tawanan (lihat 2 Raja-raja 17:7-23).

Catatan Alkitab memberitahu kita bahwa kemenangan Asyur bukanlah karena kehebatannya, melainkan karena Tuhan berkenan memakai mereka untuk menghajar umat-Nya yang murtad (ayat 6). Sayangnya, niat hati mereka jahat. Mereka justru membanggakan dan menyombongkan kekuatannya (ayat 7-11). Yesaya mengibaratkan raja Asyur seperti kapak, gergaji, gada, dan tongkat (ayat 15). Benda-benda yang tidak bernyawa dan hanya dapat berguna apabila ada yang menggerakkannya. Ironisnya, benda-benda mati itu sombong, menyangka mereka sendirilah yang hebat. Tuhan murka terhadap kesombongan Asyur. Ketika genap masanya Tuhan memulihkan Israel, segala kemegahan Asyur akan dibinasakan (ayat 12, 16-19).

Apakah kita menyadari bahwa diri kita juga merupakan alat di tangan Tuhan—benda-benda mati yang tak berdaya sampai Tuhan berkenan menggunakannya bagi tujuan-tujuan-Nya yang mulia? Mari membangun sikap hati yang benar sebagai “benda-benda mati” yang tak semestinya sombong. Ketika diberi kesempatan melayani, kita mengerjakannya dengan segenap hati. Ketika dikaruniai keberhasilan, kita bersyukur dan menghormati Tuhan yang telah berkenan memakai kita.—LCM

Thursday, May 31, 2012

Dua Prinsip untuk Mewujudkan Kasih

Galatia 6:1-10

 Pembukaan

Santo Agustinus, seorang Bapa Gereja, pernah ditanya tentang: “Apa sih Kasih itu? Bagaimana bentuk dan rupa Kasih itu?”. Santo Agustinus kemudian menjawab pertanyaan itu begini:
Kasih memiliki tangan untuk menolong orang lain, Kasih memiliki kaki untuk menghampiri mereka yang miskin, Kasih memiliki mata untuk melihat kebutuhan-kebutuhan orang lain, Kasih memiliki telinga untuk mendengar rintihan mereka yang menderita.
Sederhana, tepat sasaran! Apa itu perwujudan kasih? Kasih itu punya tangan, kaki, mata dan telinga yang bukan hanya bias kita gunakan untuk diri kita sendiri saja … melainkan bisa juga kita gunakan untuk menjangkau mereka yang lain yang ada disekitar kita. Kasih bukan hanya ‘melihat ke dalam’ tapi juga ‘melihat keluar’.

Namun sayangnya, wujud kasih itu seringkali tidak seimbang …. Rasanya banyak orang yang lebih mudah mewujudkan kasih itu untuk hidupnya sendiri, dan ketika ada orang-orang diluar diri mereka membutuhkan perwujudan nyata dari kasih itu … hmmmm … di sini sulitnya … Seperti ada lawakan yang sering kita dengar yang bercerita tentang seorang yang dapat undian berhadiah 10 juta, ditanya: ‘ mau disumbangin kemana nih hadiahnya?’ Jawaban dia: ‘saya mau menyumbangkan hadiah ini untuk orang-orang yang membutuhkannya … mereka adalah anak-anak dan istri saya sendiri

Penjelasan & Penerapan Bahan

Galatia 6:1-10 berbicara mengenai bagaimana kita bisa menyeimbangkan Hukum Kristus itu … bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan juga menjangkau orang-orang lain yang ada disekitar kita.

PRINSIP RODA
Ayat 1-3

Apa yang mereka alami sekarang (pergumulan, kesusahan, jatuh dalam dosa), hal itu nyata-nyatanya bisa juga terjadi dalam hidup kita. Beberapa orang berkata: “Hidup itu bagai roda, kadang di bawah, tapi ada saatnya juga ada di atas”Saya tertarik ayat 3 … sebab menurut saya ini masalah utamanya: Kesombongan Diri. Sepuluh tahun ‘hidup di atas’ … jadinya sombong … Tapi kita ‘gak tahu sama sekali bahwa yang 10 tahun itu bias saja berubah seketika dalam hitungan detik.

PRINSIP TABUR-TUAI
Ayat 7-8

Apa yang kita tabur hari ini dalam menghadapi pergumulan-pergumulan kita? Kita akan menuai apa yang telah kita tabur itu. Ada satu cerita tentang seorang guru yang tiba-tiba di maki-maki habis oleh seorang ibu dari muridnya … Sebelum sempat guru itu marah balik … dia bertanya pada dirinya sendiri dalam hati: “Si ibu ini maki-maki saya sekarang itu ‘dia yang sedang menabur’ atau ‘saya nih yang sedang menuai?”

Cepat atau lambat kita akan menuai apa yang kita tabur. Oleh sebab itu, Firman Tuhan menutup perikop kita hari ini dengan ajakan untuk tetap menaburkan apa yang baik, sehingga di kemudian hari, yang kita tuai adalah yang baik juga. [pdt.gerry atje]

Wednesday, May 30, 2012

Carilah Dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
-- Matius 6:33

Saya percaya hampir setiap orang Kristen mengetahui ayat di atas. Banyak juga yang menjadikannnya sebagai ayat favorit dan pegangan hidup. Apakah kita benar-benar mengerti yang dimaksud dengan perkataan Yesus ini? Perkataan Yesus ini sebenarnya mengandung pengertian yang sangat dalam.


Sebelum mengatakan perkataan ini, Yesus berkata tentang apa yang dicari oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Orang yang tidak mengenal Allah mencari hal duniawi yaitu makanan, minuman, pakaian, rumah, mobil, jodoh, dan lainnya. Kata "semuanya" yang dimaksud oleh Yesus adalah hal yang dicari orang yang tidak mengenal Allah. Jadi sebagai orang percaya maka kita akan bisa memiliki semua itu. Tetapi ada satu syarat yaitu harus lebih dulu mencari kerajaan Allah dan kebenarannya.

Dalam terjemahan bahasa Indonesia sehari-hari terdapat pengertian yang lebih jelas. Versi B.Indonesia sehari-hari : "Jadi, usahakanlah dahulu supaya Allah memerintah atas hidupmu dan lakukanlah kehendak-Nya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu."

Mencari kerajaan Allah dan kebenarannya maksudnya adalah kita menjadikan Yesus sebagai Tuhan atas seluruh aspek hidup kita. Dengan kata lain menempatkanNya sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Saya masih teringat dengan salah satu perkataan Brian Houston dalam kotbahnya:"Put Him first in your life".

Saudaraku kalau boleh jujur saya ingin mengatakan kebanyakan orang kristen umumnya akan mencari semuanya yang akan ditambahkan daripada mencari kerajaan Allah dulu. Bahkan dalam doa-doa kita kebanyakan kita meminta yang ditambahkan daripada kehendak Allah. Tuhan bukan tidak ingin memberkati anak-anakNya tetapi Ia ingin kita lebih dulu menjadikanNya sebagai Tuhan atau prioritas utama dalam seluruh aspek hidup kita. Oleh sebab itu dalam doa Bapa kami, kata datanglah kerajaanMu jadilah kehendakmu ditempatkan lebih dulu dari doa meminta berkat/makanan.

Kita sering datang berdoa kepada Tuhan dengan list yang panjang. Tuhan berkati hidupku, pelayanku, keluargaku, masa depanku dan lainnya. Tetapi kita jarang berdoa agar kehendak Tuhan jadi atas semua yang kita doakan. Apalagi bila berdoa untuk masalah jodoh maka biasanya kita sulit untuk berdoa agar kehendak Tuhan yang jadi. Soalnya biasanya kita sudah memiliki perasaan cinta atau suka sebelum mencari kehendak Tuhan.

Dalam berdoa untuk hal jodoh saya selalu berdoa: " Tuhan jikalau memang ini kehendakMu maka biarlah Tuhan memimpin dan menjadikannya pada waktunya tetapi bila bukan maka kiranya dijauhkan dariku". Sejujurnya memang sulit bila di hati ini sudah ada rasa cinta tetapi bila kita ingin diberkati maka kita harus meletakkan  kehendak Tuhan sebagai prioritas yang utama.

Untuk menguji apakah kita mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya itu tidak susah. Misalnya saat ini ada yang menawarkan kita uang 1 milyar tanpa pamrih apapun dan juga tersebut adalah uang halal. Yang lebih meneguhkan lagi orang itu berkata bahwa ia merasa digerakkan oleh Tuhan. Dan sepertinya kita juga memerlukan uang itu untuk pelayanan rohani. Reaksi kita terhadap tawaran itu bisa menunjukkan apakah kita mencari kerajaan Allah dulu atau tidak. Bisa jadi itu memang adalah kehendak Tuhan tetapi bisa juga bukan.

Bila kita memang menempatkanNya sebagai prioritas utama maka kita seharusnya berdoa dulu dan menyerahkannya kepada Tuhan agar kehendakNya yang terjadi. Tetapi bila kita berfokus kepada semua yang ditambahkan itu maka kita akan langsung menerima pemberian itu tanpa mencari dahulu kehendak Tuhan. Pernyataan ini sepertinya bernada sangat munafik bagi banyak orang. Ini bukan masalah munafik atau tidak melainkan kebenaran yang seharusnya kita lakukan

Demikian juga dengan masalah memilih pasangan hidup/jodoh. Apakah kita mau menempatkanNya sebagai prioritas utama dalam bidang ini? Banyak orang sulit menyerahkan hal yang satu ini kepada Tuhan. Saya juga dulu takut menyerahkan masalah jodoh kepada Tuhan sebab saya takut nanti Tuhan memberikan orang yang tidak sesuai dengan pilihan saya. Saudaraku, percayalah Tuhan itu adalah Bapa yang baik. Bila bapa di dunia saja ingin anaknya bahagia apalagi Bapa kita di surga yang sempurna? Ia bukan saja akan memberikan yang baik melainkan yang terbaik buat setiap anak-anakNya.

Yang perlu kita lakukan adalah mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya dan yang lain akan menyusul. Menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama dalam seluruh aspek hidup kita. [www.glorianet.org]